Kamis, 23 Oktober 2014

LAPORAN USAHA GAME GRAMEEN BANK



Laporan Penjualan Ice Cup Pino dengan Modal Rp 10.000

Game Grameen Bank adalah salah satu permainan yang dimainkan oleh mahasiswa yang sedang megambil mata kuliah IMF (INTRODUKTION TO MICRO FINANCE). Game ini terinpirasi oleh Pendiri Grameen Bank yaitu Muhammad Yunus. Dalam konsepnya ia mengembangkan pinjaman skala kecil untuk usahawan miskin yang tidak mampu meminjam dari bank Umum. Game ini dimainkan oleh mahasiswa dengan cara mengumpulkan uang sebesar Rp. 1000 per mahasiswa pada setiap pertemuannya. Setelah uang terkumpul, mahasiswa yang mendapat giliran akan diberi modal Rp 10.000 untuk melakukan usaha. Kami di beri waktu selama seminggu untuk menjalankan game ini.
Saya akan melaporkan mengenai game Grameen Bank ini. Dalam hal ini saya menjual ice cup pino. Menerima modal dari komting Rp 10.000. Sabtu pagi langsung membeli ice cup pino 1 pack dengan harga Rp 5500 (isi 6 buah). Setiba di kos, langsung saya masukin ke kulkas supaya keras, dan siangnya bisa langsung saya jual. Kawan-kawan kos saya mau membantu saya dalam usaha ini, mereka mau membeli ice cup pino saya. Saya menjualnya dengan harga Rp 1500/cup.  Hari pertama terjual semua, sehingga memperoleh hasil sebesar Rp 9000.
Keesokannya, saya membeli lagi 2 pack (Rp 11.000), hasil hari pertama saya tambah dari sisa modal (Rp 9000 + Rp 4500) = Rp 13.500, sisa Rp 2.500.  Semuanya laku sehingga memperoleh hasil sebesar Rp 18.000. Pada esok harinya, dan seterusnya saya selalu membeli 2 pack ice cup pino dengan harga Rp 11.000. Hasil yang saya peroleh setiap harinya bervariasi, kadang-kadang RP 13.500, Rp 18.000, Rp 12.000, dll.
Kesimpulannya, selama 6 hari saya berjualan dari tanggal 18 oktober sampai 23 oktober hasil saya berjualan adalah Rp 87.500. Kemudian jumlah sisa dari hasil jual untuk membeli es cup pino sebesar Rp 20.000. Jika ditambah maka laba yang saya peroleh sebesar Rp 107.500.  Rp 10.000 (modal) saya kembalikan lagi ke banker (komting), maka laba bersihnya adalah Rp 97.500.



Senin, 13 Oktober 2014

Tentang Kemiskinan



1.  Why is important to have an adequate definition of poverty?
Sebelum kita melakukan program tentang pengentasan kemiskinan, kita perlu mengetahui apa itu kemiskinan dan apa saja cirri-ciri dan jenis-jenis kemiskinan. Sebgaimana kita ketahui bahwa diantara banyak jenis kemiskinan berbeda pula cara mengatasi kemiskinannya.

2. What is it that can make the definition of poverty a source of political debate?
karena dari setiap pihak memiliki arti kemiskinan yang berbeda-beda, dan pastinya cara untuk mengurangi kemiskinan juga berbeda. Karena perbedaan ini lah muncul perdebatan politik. Pihak satu kebijakannya seperti ini, sedangkan yang lainnya menginginkan kebijakan yang seperti ini. Jadinya masalah untuk mengurangi kemiskinan menjadi rumit. Alangkah buruknya jika kebijakan yang diambil malah menambah masyarakat disekitar menjadi miskin.

3. What moral questions are raised by the existence of poverty in our society?
pertanyaan yang penting adalah: “Apa yang di perlukan untuk mengakhiri kemiskinan?”, “Bagaimana kemiskinan itu bisa terjadi?”, “Apakah melalui kebijakan yang sudah ada dapat mengurangi kemiskinan dan masyarakat hidup dengan sejahtera?”

4.   Why should we care about poverty in Aceh?
Karena kita sama-sama orang Aceh,  dan tentunya kita harus peduli terhadap kemiskinan disekitar kita. Kita ketahui bahwa, Aceh kaya akan sumber daya alamnya, namun masyarakatnya tidak memiliki skill untuk mengolahnya, kita sebagai orang yang berilmu harus mampu membagi ilmu kita kepada mereka supaya sumber daya alam yang ada dapat diolah dengan baik. Dan tentunya hal ini membutuhkan kerja sama yang kuat. Mungkin hal ini dapat mengurangi tingkat kemiskinan walaupun hanya sedikit.

Rabu, 08 Oktober 2014

KEMISKINAN DI SEKITAR KITA


Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
·         Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
·         Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.
·         Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan di luar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang.

Penyebab kemiskinan

·        penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin.
·         penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga yang tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.
·         penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar. Individu atau keluarga yang mudah tergoda dengan keadaan tetangga adalah contohnya.
·         penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi.
·         penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

Menghilangkan kemiskinan
·         Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin.
·         Bantuan terhadap keadaan individu. Banyak macam kebijakan yang dijalankan untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman, pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dan lain-lain.
·         Persiapan bagi yang lemah. Daripada memberikan bantuan secara langsung kepada orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orang tua atau orang dengan ketidakmampuan, atau keadaan yang membuat orang miskin, seperti kebutuhan akan perawatan kesehatan. Persiapan bagi yang lemah juga dapat berupa pemberian pelatihan sehingga nanti yang bersangkutan dapat membuka usaha secara mandiri.


Mengenai masalah kemiskinan ini saya akan membahas  salah satu keluarga yang berada di sekitar tempat tinggal saya. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan 13 orang anak. Sang ayah tidak memiliki pekerjaan tetap, hanya memiliki pekerjaan jika ada yang membutuhkan kemampuan atau jasanya. Seperti, buruh kebun, tukang panjat kelapa, tukang membersihkan parit, dll.  Sang ibu hanya seorang ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan.  Sedangkan penghasilan rata-rata sang ayah hanya sekitar Rp 50.000 perharinya, namun itu tidak cukup untuk menafkahi seluruh anggota keluarga.
3 orang anaknya sudah menikah dan tidak tinggal lagi bersama orang tuanya. Rata-rata pendidikan terakhir anaknya hanya sampai tingkat Sekolah Dasar (SD), hal ini dikarenakan orang tuanya tidak mampu membiayai sekolah anaknya.  Anaknya yang pertama juga tidak memiliki pekerjaan dan hanya berharap dari pengahsilan suaminya, anaknya yang kedua memilki usaha kost-an milik suaminya, sedangkan anaknya anaknya yang ketiga kerja di Medan.

Inilah kisah kehidupan sebuah keluarga yang kehidupannya serba kekurangan, untuk makan hari ini saja mereka harus bekerja susah payah. Itupun kalau ada yang membutuhkan jasanya (ayah). Jika saja sang ibu mampu berpikir kreatif maka setidaknya dia bisa meringankan pekerjaan suaminya, jika suaminya tidak memiliki penghasilan, maka pengahasilan dari ibunya bisa di gunakan. Atau kalau anaknya mampu sukses dari orang tuanya, maka beban ekonomis bisa diringankan oleh anaknya.

Rabu, 01 Oktober 2014

7 DAERAH TERKAYA DAN TERMISKIN di INDONESIA



7 DAERAH TERKAYA DAN TERMISKIN di INDONESIA

7 Daerah Terkaya

1. Kota Bontang, Kalimantan Timur
Peringkat pertama diisi oleh daerah yang berasal dari Kalimantan, tepatnya di KalimantanTimur. Kota bontang terletak di tepi laut, kota ini hanya memiliki 3 kecamatan dan memiliki penduduk kurang lebih hanya 140 ribu jiwa saja.namun PDB/kapita yang dihasilkan Bontang tertinggi di indonesia dengan membukukan nilai Rp.368,05 juta rupiah setiap tahun nya.
kekayaan Bontang dikarenakan terdapat perusahaan besar di antaranya:
-Badak NGL, Perusahaan Tambang Gas Alam LNG
-Pupuk Kaltim,Perusahaan Produsen Pupuk dan Amoniak
-Kaltim Nitrate Indonesia, Perusahaan Penghasil Amonium Nitrat Terbesar di Indonesia
-Indominco Mandiri,Perusahaan Tambang Batubara
selain itu pertamina juga memiliki kilang minyak di Bontang.

2. Kabupaten Mimika, Papua
Kabupaten Mimika menduduki posisi ke 2 dalam daftar daerah terkaya di Indonesia. Kabupaten yang beribukota di Mimika ini membukukan PDB Rp.295juta /kapitanya. Di Mimika terdapat sebuah perusahaan tambang terbesar di Indonesia, yaitu freeport. Boleh dibilang Mimika merupakan kabupaten yang kaya di Papua, tapi ini berbeda 180 derajat dengan kondisi yang ada, dimana provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua masih menjadi “kuda hitam” dalam daftar provinsi termiskin di Indonesia.
  
3. Jakarta Pusat, DKI Jakarta
Jakarta Pusat berada di posisi ke 3 dengan membukukan PDB Rp.224,41juta /Kapita. Sebagai kota tempat ibukota negara dan pusat pemerintahan Jakarta Pusat diuntungkan sektor bisnis dan jasa yang berkembang pesat di kota ini.

 4. Kota Kediri, Jawa Timur
Kota Kediri masuk dalam jajaran Top 6 daerah terkaya di Indonesia pada urutan 4. Pendapat PDB nya yaitu Rp.202,33 Juta/Kapitanya. Kota Kediri terletak di provinsi Jawa Timur. Kediri sejak lama dikenal dengan kota penghasil rokok, puluhan pabrik dan industri rokok tersebar di penjuruKkediri termasuk di wilayah kabupatennya, namun yang paling besar yaitu Pabrik Rokok Gudang Garam Tbk yang terletak di kota Kediri.

5. Kabupaten Siak, Riau
Di urutan ke 5 ada Kabupaten Siak di Provinsi Riau, kabupaten ini memiliki PDB Rp.156,35 juta /kapitanya. Kabupaten yang terletak di tepian Selat Malaka ini letaknya sangat dekat dengan Singapura dan Malaysia. Sektor ekonomi yang berkembang di kabupaten Siak yaitu perdagangan dan jasa serta pertambangan.

6. Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat
Di posisi terakhir ada Kabupaten Sumbawa Barat,di Provinsi NTB.daerah ini memiliki PDB sebesar Rp.128 juta /kapitanya. Di kabupaten ini terdapat salah satu perusahaan tambang terbesar diIindonesia, yaitu PT.Newmont Nusa Tenggara(NNT).

7. Aceh Utara, Aceh
Di bidang industri, daerah Aceh memiliki potensi cukup besar terutama industri hasil hutan, perkebunan, dan pertanian, seperti minyak kelapa sawit, atsiri, karet, kertas, serta industri hasil pengolahan tambang yang belum berkembang secara optimal.
Aceh yang dikenal salah satu wilayah penghasil minyak dan gas bumi pada 2011 mampu memberi kontribusi hasil minyak mencapai 1,7 juta barel. Exon Mobil menguasi sekitar 70 persen minyak di Aceh dan sekitar 90 persen untuk gas. Aceh memiliki sejumlah industri besar. Antaranya :
PT. Arun
PT. PIM
PT. AAF
Lafarge Semen Andalas
Exxon Mobil
CALTEX

7 Daftar Daerah Termiskin

Menurut pendekatan BPS, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan (GK). Secara teknis GK dibangun dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM).

1. Papua Barat, (Tingkat Kemiskinan 36,80%)
Provinsi Papua Barat masuk dalam peringkat pertama sebagai provinsi termiskin di Indonesia. Provinsi yang baru berdiri ini memiliki angka kemiskinan sekitar 36,80% dari total jumlah penduduk sekitar 770 ribu jiwa. provinsi ini termasuk salah satu provinsi yang diberikan status istimewa oleh pemerintah berupa adanya Majelis Rakyat Papua(MRP) yang berdampingan dengan DPRD di provinsi papua. potensi yang ada di Papua Barat antara lain dari pariwisata,tambang minyak dan gas,serta perkebunan.sektor pariwisata yang terkenal antara lain Kepuluaan Raja Ampat yang begitu eksotis, sedangkan dari tambang di papua barat terdapat tambang minyak dan LNG, sementara itu dari perkebunan juga di dominasi dengan perkebunan karet dan kelapa sawit.

2. Papua, (Tingkat Kemiskinan 34,88%)
Di peringkat nomor 2 ada provinsi Papua, provinsi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua Nugini ini memiliki tingkat kemiskinan sekitar 35 persen dari total 2,8 juta penduduk nya. Provinsi yang merupakan paling timur Indonesia ini termasuk salah satu provinsi yang memiliki wilayah Dati III terbanyak, yaitu total 29 wilayah yang terdiri dari 2 kota dan 27 kabupaten.
Provinsi yang beribukota di Jayapura ini sangat kaya sekali akan sumber alam nya, bila Anda bertanya di mana freeport berada jawaban-nya ya di provinsi Papua ini. Tepatnya di Kabupaten Mimika. Perlu diketahui, freeport merupakan tambang emas terbesar di dunia dan PT.Freeport Indonesia merupakan penyetor pajak terbesar di Indonesia dengan pajak yang disetorkan sekitar 1 Miliar USD per tahun nya.

3. Maluku, (Tingkat Kemiskinan 27,74%)
Diurutan ke 3 ada Provinsi Maluku, provinsi yang beribukota di Ambon ini memiliki tingkat kemiskinan dengan persentase 27,70 persen dari total penduduk sekitar 1,5 juta. Provinsi yang pernah terkena konflik akibat gerakan separatis RMS (Republik Maluku Selatan) ini mengandalkan sektor pariwisata dan pertanian yang diandalkan sebagai sumber pendapatan. Sebagai contoh sudah sejak zaman dahulu kala Maluku begitu terkenal dengan rempah-rempahnya, bahkan pertama kali penjajah yang datang ke Indonesia yaitu portugis mendarat pertama kali di Maluku sejak tahun 1500-an.

4. Sulawesi Barat, (Tingkat Kemiskinan 23,19%)
Di urutan ke 4 ada Provinsi Sulawesi Barat. Provinsi yang tergolong baru ini hasil pemekaran dari Provinsi Sulsel dan dinyatakan berdiri pada tahun 2004 lalu yang beribukota di Mamuju. Provinsi ini memiliki tingkat kemiskinan dengan persentase sekitar 23 persen dari total 1,158 Juta penduduknya. Sektor perekonomian yang begitu diandalkan dari provinsi ini adalah di sektor pertanian dan perkebunan, produk yang dihasilkan antara lain cengkeh, rempah-rempah, kopi dan kakao. Namun Sulawesi Barat juga memiliki kandungan emas, batu bara dan minyak bumi yang belum tereskplorasi.

5. Nusa Tenggara Timur, (Tingkat Kemiskinan 23,03%)
Provinsi yang terkenal dengan Taman Nasional Komodo ini berbatasan langsung dengan ector tetangga, Timor Leste. Provinsi yang memiliki penduduk total sekitar 4,6 juta ini punya persentase kemiskinan yang beda tipis sama provinsi Sulbar yaitu 23 persen. Provinsi ini mengandalkan ector pertanian dan pariwisata sebagai sumber pemasukan daerahnya. Maka tak heran rempah-rempah dari NTT juga merupakan kualitas terbaik di dunia. Kemiskinan, kasus gizi buruk, angka putus sekolah, serta angka penganggur yang tinggi pada akhirnya menjadi mata rantai lanjutan dari persoalan itu, seperti halnya jumlah anak balita penderita gizi buruk di NTT mencapai 60.616 dari total 504.900 anak balita di sana.

6. Kota Solo, (Tingkat Kemiskinan 22.50%)
Kemiskinan di kota Solo mencapai 22% atau sekitar 123.000 dari 550.000 jumlah penduduk Solo. Sementara itu, Pemda Kota Solo membutuhkan biaya sekitar Rp 57 miliar agar program Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Solo (PKMS) tidak mengintegrasikan dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pasalnya biaya yang diperlukan untuk membayar premi bagi warga miskin yang belum tercover Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dinilai terlalu besar, bahkan tak terjangkau keuangan daerah. Pemkot Solo dalam sepuluh tahun terakhir gagal meningkatkan PAD nya untuk memenuhi kebutuhan pemkot dan penanggulangan rakyat miskin. Hingga saat ini, jumlah warga miskin di Solo yang belum ter-cover JKN mencapai 24.864 jiwa. Jika warga tersebut disertakan dalam JKN , dan premi ditanggung Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.
Sedikitnya memerlukan biaya Rp 57 miliar, dengan perhitungan premi 19.225 per jiwa per bulan. Padahal, anggaran yang dialokasikan untuk program PKMS dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014 tak lebih dari Rp 19 miliar. Dengan perbandingan kebutuhan dana serta anggaran yang tersedia seperti itu.
Pemkot Solo tak mungkin menyertakan warga miskin yang belum tercover JKN dalam asuransi kesehatan yang dimotori pemerintah pusat itu. Karenanya, dia meminta Pemkot Solo tetap memberdayakan PKMS untuk layanan kesehatan warga miskin yang kebetulan luput dari jangkauan JKN. Data warga miskin hingga saat ini masih amburadul. Banyaknya warga miskin yang tidak tercover JKN atau program bantuan sosial.

7. Nusa Tenggara Barat, (Tingkat Kemiskinan 21,55%)
Sementara itu Nusa Tenggara Barat menurut data Badan Pusat Statistik merupakan provinsi termiskin atau berada urut terbawah dari empat provinsi di Pulau Kalimantan, seperti pengakuan Kepala BPS setempat Iskandar Zulkarnain. “Penduduk miskin di Kalbar sebanyak 380.110 orang atau 8,60 persen, disusul Kalimantan Timur 247.900 orang atau 6,77 persen, Kalimantan Tengah 146.910 orang atau 6,56 persen dan Kalimantan Selatan 194.620 orang atau 5,29 persen,” ungkapnya.