Rabu, 08 Oktober 2014

KEMISKINAN DI SEKITAR KITA


Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
·         Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
·         Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.
·         Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan di luar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang.

Penyebab kemiskinan

·        penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin.
·         penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga yang tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.
·         penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar. Individu atau keluarga yang mudah tergoda dengan keadaan tetangga adalah contohnya.
·         penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi.
·         penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

Menghilangkan kemiskinan
·         Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin.
·         Bantuan terhadap keadaan individu. Banyak macam kebijakan yang dijalankan untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman, pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dan lain-lain.
·         Persiapan bagi yang lemah. Daripada memberikan bantuan secara langsung kepada orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orang tua atau orang dengan ketidakmampuan, atau keadaan yang membuat orang miskin, seperti kebutuhan akan perawatan kesehatan. Persiapan bagi yang lemah juga dapat berupa pemberian pelatihan sehingga nanti yang bersangkutan dapat membuka usaha secara mandiri.


Mengenai masalah kemiskinan ini saya akan membahas  salah satu keluarga yang berada di sekitar tempat tinggal saya. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan 13 orang anak. Sang ayah tidak memiliki pekerjaan tetap, hanya memiliki pekerjaan jika ada yang membutuhkan kemampuan atau jasanya. Seperti, buruh kebun, tukang panjat kelapa, tukang membersihkan parit, dll.  Sang ibu hanya seorang ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan.  Sedangkan penghasilan rata-rata sang ayah hanya sekitar Rp 50.000 perharinya, namun itu tidak cukup untuk menafkahi seluruh anggota keluarga.
3 orang anaknya sudah menikah dan tidak tinggal lagi bersama orang tuanya. Rata-rata pendidikan terakhir anaknya hanya sampai tingkat Sekolah Dasar (SD), hal ini dikarenakan orang tuanya tidak mampu membiayai sekolah anaknya.  Anaknya yang pertama juga tidak memiliki pekerjaan dan hanya berharap dari pengahsilan suaminya, anaknya yang kedua memilki usaha kost-an milik suaminya, sedangkan anaknya anaknya yang ketiga kerja di Medan.

Inilah kisah kehidupan sebuah keluarga yang kehidupannya serba kekurangan, untuk makan hari ini saja mereka harus bekerja susah payah. Itupun kalau ada yang membutuhkan jasanya (ayah). Jika saja sang ibu mampu berpikir kreatif maka setidaknya dia bisa meringankan pekerjaan suaminya, jika suaminya tidak memiliki penghasilan, maka pengahasilan dari ibunya bisa di gunakan. Atau kalau anaknya mampu sukses dari orang tuanya, maka beban ekonomis bisa diringankan oleh anaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar