7 DAERAH TERKAYA DAN TERMISKIN di
INDONESIA
7 Daerah Terkaya
1. Kota Bontang, Kalimantan Timur
Peringkat pertama diisi oleh daerah
yang berasal dari Kalimantan, tepatnya di KalimantanTimur. Kota bontang
terletak di tepi laut, kota ini hanya memiliki 3 kecamatan dan memiliki
penduduk kurang lebih hanya 140 ribu jiwa saja.namun PDB/kapita yang dihasilkan
Bontang tertinggi di indonesia dengan membukukan nilai Rp.368,05 juta rupiah
setiap tahun nya.
kekayaan Bontang dikarenakan terdapat perusahaan besar di antaranya:
-Badak NGL, Perusahaan Tambang Gas Alam LNG
-Pupuk Kaltim,Perusahaan Produsen Pupuk dan Amoniak
-Kaltim Nitrate Indonesia, Perusahaan Penghasil Amonium Nitrat Terbesar di
Indonesia
-Indominco Mandiri,Perusahaan Tambang Batubara
selain itu pertamina juga memiliki kilang minyak di Bontang.
2. Kabupaten Mimika, Papua
Kabupaten
Mimika menduduki posisi ke 2 dalam daftar daerah terkaya di Indonesia.
Kabupaten yang beribukota di Mimika ini membukukan PDB Rp.295juta /kapitanya.
Di Mimika terdapat sebuah perusahaan tambang terbesar di Indonesia, yaitu
freeport. Boleh dibilang Mimika merupakan kabupaten yang kaya di Papua, tapi
ini berbeda 180 derajat dengan kondisi yang ada, dimana provinsi Papua Barat
dan Provinsi Papua masih menjadi “kuda hitam” dalam daftar provinsi termiskin di
Indonesia.
3. Jakarta Pusat, DKI Jakarta
Jakarta
Pusat berada di posisi ke 3 dengan membukukan PDB Rp.224,41juta /Kapita. Sebagai
kota tempat ibukota negara dan pusat pemerintahan Jakarta Pusat diuntungkan
sektor bisnis dan jasa yang berkembang pesat di kota ini.
4. Kota Kediri, Jawa Timur
Kota
Kediri masuk dalam jajaran Top 6 daerah terkaya di Indonesia pada urutan 4. Pendapat
PDB nya yaitu Rp.202,33 Juta/Kapitanya. Kota Kediri terletak di provinsi Jawa Timur.
Kediri sejak lama dikenal dengan kota penghasil rokok, puluhan pabrik dan
industri rokok tersebar di penjuruKkediri termasuk di wilayah kabupatennya, namun
yang paling besar yaitu Pabrik Rokok Gudang Garam Tbk yang terletak di kota Kediri.
5. Kabupaten Siak, Riau
Di urutan ke 5 ada Kabupaten Siak di
Provinsi Riau, kabupaten ini memiliki PDB Rp.156,35 juta /kapitanya. Kabupaten
yang terletak di tepian Selat Malaka ini letaknya sangat dekat dengan Singapura
dan Malaysia. Sektor ekonomi yang berkembang di kabupaten Siak yaitu
perdagangan dan jasa serta pertambangan.
6. Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa
Tenggara Barat
Di
posisi terakhir ada Kabupaten Sumbawa Barat,di Provinsi NTB.daerah ini memiliki
PDB sebesar Rp.128 juta /kapitanya. Di kabupaten ini terdapat salah satu
perusahaan tambang terbesar diIindonesia, yaitu PT.Newmont Nusa Tenggara(NNT).
7. Aceh Utara, Aceh
Di bidang industri, daerah Aceh
memiliki potensi cukup besar terutama industri hasil hutan, perkebunan, dan
pertanian, seperti minyak kelapa sawit, atsiri, karet, kertas, serta industri
hasil pengolahan tambang yang belum berkembang secara optimal.
Aceh yang dikenal salah satu wilayah penghasil minyak dan gas bumi pada 2011
mampu memberi kontribusi hasil minyak mencapai 1,7 juta barel. Exon Mobil
menguasi sekitar 70 persen minyak di Aceh dan sekitar 90 persen untuk gas. Aceh
memiliki sejumlah industri besar. Antaranya :
PT. Arun
PT. PIM
PT. AAF
Lafarge Semen Andalas
Exxon Mobil
CALTEX
7 Daftar Daerah Termiskin
Menurut
pendekatan BPS, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata
pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan (GK). Secara teknis
GK dibangun dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis
Kemiskinan Non-Makanan (GKNM).
1. Papua Barat, (Tingkat Kemiskinan
36,80%)
Provinsi
Papua Barat masuk dalam peringkat pertama sebagai provinsi termiskin di
Indonesia. Provinsi yang baru berdiri ini memiliki angka kemiskinan sekitar
36,80% dari total jumlah penduduk sekitar 770 ribu jiwa. provinsi ini termasuk
salah satu provinsi yang diberikan status istimewa oleh pemerintah berupa adanya
Majelis Rakyat Papua(MRP) yang berdampingan dengan DPRD di provinsi papua.
potensi yang ada di Papua Barat antara lain dari pariwisata,tambang minyak dan
gas,serta perkebunan.sektor pariwisata yang terkenal antara lain Kepuluaan Raja
Ampat yang begitu eksotis, sedangkan dari tambang di papua barat terdapat
tambang minyak dan LNG, sementara itu dari perkebunan juga di dominasi dengan
perkebunan karet dan kelapa sawit.
2. Papua, (Tingkat Kemiskinan 34,88%)
Di
peringkat nomor 2 ada provinsi Papua, provinsi yang berbatasan langsung dengan
negara tetangga Papua Nugini ini memiliki tingkat kemiskinan sekitar 35 persen
dari total 2,8 juta penduduk nya. Provinsi yang merupakan paling timur
Indonesia ini termasuk salah satu provinsi yang memiliki wilayah Dati III
terbanyak, yaitu total 29 wilayah yang terdiri dari 2 kota dan 27 kabupaten.
Provinsi yang beribukota di Jayapura ini sangat kaya sekali akan sumber alam
nya, bila Anda bertanya di mana freeport berada jawaban-nya ya di provinsi
Papua ini. Tepatnya di Kabupaten Mimika. Perlu diketahui, freeport merupakan
tambang emas terbesar di dunia dan PT.Freeport Indonesia merupakan penyetor
pajak terbesar di Indonesia dengan pajak yang disetorkan sekitar 1 Miliar USD
per tahun nya.
3. Maluku, (Tingkat Kemiskinan
27,74%)
Diurutan
ke 3 ada Provinsi Maluku, provinsi yang beribukota di Ambon ini memiliki
tingkat kemiskinan dengan persentase 27,70 persen dari total penduduk sekitar
1,5 juta. Provinsi yang pernah terkena konflik akibat gerakan separatis RMS
(Republik Maluku Selatan) ini mengandalkan sektor pariwisata dan pertanian yang
diandalkan sebagai sumber pendapatan. Sebagai contoh sudah sejak zaman dahulu
kala Maluku begitu terkenal dengan rempah-rempahnya, bahkan pertama kali
penjajah yang datang ke Indonesia yaitu portugis mendarat pertama kali di
Maluku sejak tahun 1500-an.
4. Sulawesi Barat, (Tingkat
Kemiskinan 23,19%)
Di
urutan ke 4 ada Provinsi Sulawesi Barat. Provinsi yang tergolong baru ini hasil
pemekaran dari Provinsi Sulsel dan dinyatakan berdiri pada tahun 2004 lalu yang
beribukota di Mamuju. Provinsi ini memiliki tingkat kemiskinan dengan
persentase sekitar 23 persen dari total 1,158 Juta penduduknya. Sektor
perekonomian yang begitu diandalkan dari provinsi ini adalah di sektor
pertanian dan perkebunan, produk yang dihasilkan antara lain cengkeh,
rempah-rempah, kopi dan kakao. Namun Sulawesi Barat juga memiliki kandungan
emas, batu bara dan minyak bumi yang belum tereskplorasi.
5. Nusa Tenggara Timur, (Tingkat
Kemiskinan 23,03%)
Provinsi yang terkenal dengan Taman Nasional
Komodo ini berbatasan langsung dengan ector tetangga, Timor Leste. Provinsi
yang memiliki penduduk total sekitar 4,6 juta ini punya persentase kemiskinan
yang beda tipis sama provinsi Sulbar yaitu 23 persen. Provinsi ini mengandalkan
ector pertanian dan pariwisata sebagai sumber pemasukan daerahnya. Maka tak
heran rempah-rempah dari NTT juga merupakan kualitas terbaik di dunia. Kemiskinan,
kasus gizi buruk, angka putus sekolah, serta angka penganggur yang tinggi pada
akhirnya menjadi mata rantai lanjutan dari persoalan itu, seperti halnya jumlah
anak balita penderita gizi buruk di NTT mencapai 60.616 dari total 504.900 anak
balita di sana.
6. Kota Solo, (Tingkat Kemiskinan
22.50%)
Kemiskinan
di kota Solo mencapai 22% atau sekitar 123.000 dari 550.000 jumlah penduduk
Solo. Sementara itu, Pemda Kota Solo membutuhkan biaya sekitar Rp 57 miliar
agar program Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Solo (PKMS) tidak
mengintegrasikan dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pasalnya biaya yang
diperlukan untuk membayar premi bagi warga miskin yang belum tercover Jaminan
Kesehatan Nasional (JKN), dinilai terlalu besar, bahkan tak terjangkau keuangan
daerah. Pemkot Solo dalam sepuluh tahun terakhir gagal meningkatkan PAD nya
untuk memenuhi kebutuhan pemkot dan penanggulangan rakyat miskin. Hingga saat
ini, jumlah warga miskin di Solo yang belum ter-cover JKN mencapai 24.864 jiwa.
Jika warga tersebut disertakan dalam JKN , dan premi ditanggung Pemerintah Kota
(Pemkot) Solo.
Sedikitnya
memerlukan biaya Rp 57 miliar, dengan perhitungan premi 19.225 per jiwa per
bulan. Padahal, anggaran yang dialokasikan untuk program PKMS dalam Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014 tak lebih dari Rp 19 miliar. Dengan
perbandingan kebutuhan dana serta anggaran yang tersedia seperti itu.
Pemkot
Solo tak mungkin menyertakan warga miskin yang belum tercover JKN dalam
asuransi kesehatan yang dimotori pemerintah pusat itu. Karenanya, dia meminta
Pemkot Solo tetap memberdayakan PKMS untuk layanan kesehatan warga miskin yang
kebetulan luput dari jangkauan JKN. Data warga miskin hingga saat ini masih
amburadul. Banyaknya warga miskin yang tidak tercover JKN atau program bantuan
sosial.
7. Nusa Tenggara Barat, (Tingkat
Kemiskinan 21,55%)
Sementara
itu Nusa Tenggara Barat menurut data Badan Pusat Statistik merupakan provinsi
termiskin atau berada urut terbawah dari empat provinsi di Pulau Kalimantan,
seperti pengakuan Kepala BPS setempat Iskandar Zulkarnain. “Penduduk miskin di
Kalbar sebanyak 380.110 orang atau 8,60 persen, disusul Kalimantan Timur
247.900 orang atau 6,77 persen, Kalimantan Tengah 146.910 orang atau 6,56
persen dan Kalimantan Selatan 194.620 orang atau 5,29 persen,” ungkapnya.